Chicago – Tim mahasiswa IPB University berhasil melaju hingga babak final Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists Student Association (IFTSA) dan disponsori oleh Cargill. Ajang bergengsi ini digelar dalam rangkaian perhelatan IFT FIRST di Chicago, Amerika Serikat.
DSDC merupakan kompetisi internasional yang menantang mahasiswa dari berbagai negara untuk mengembangkan produk pangan inovatif yang bergizi, terjangkau, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara berkembang melalui penerapan ilmu dan teknologi pangan.
Pada edisi 2026, hanya enam tim dari empat negara yang berhasil menembus babak final, yaitu:
- PAPEGO Instant Papeda (IPB University, Indonesia)
- INVERCI (Soegijapranata Catholic University, Indonesia)
- K’AYEWAL (Louisiana State University, Amerika Serikat)
- Fufu Laafi (McGill University, Kanada)
- Tortillas Oro Negro (Tecnológico de Monterrey, Meksiko)
- GetReady (University of Manitoba, Kanada)
Berdasarkan pengumuman pemenang, Get Ready dari University of Manitoba berhasil meraih Juara 1, disusul Fufu Laafi dari McGill University sebagai Juara 2, dan Tortillas Oro Negro dari Tecnológico de Monterrey menduduki posisi Juara 3.
Bagi tim PAPEGO IPB University, kesempatan mewakili Indonesia di panggung dunia merupakan pencapaian luar biasa yang penuh tantangan. Perjalanan dari Jakarta hingga ke Chicago dilalui dengan berbagai dinamika, mulai dari tahap awal pengiriman proposal hingga masa persiapan presentasi.
Menjelang hari H, tim harus menjalani serangkaian revisi mendalam. Meskipun telah melakukan empat kali latihan presentasi, evaluasi terus dilakukan untuk mematangkan alur penyampaian, desain materi visual, hingga kesiapan menjawab pertanyaan juri melalui penyusunan question bank.
“Dua hari sebelum presentasi final, kami berlatih tanpa henti untuk memperbaiki materi dan cara penyampaian. Kami berusaha mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan di ruang kompetisi,” ungkap perwakilan tim PAPEGO.
Pada hari pelaksanaan, tim IPB University mendapat urutan tampil terakhir. Tantangan semakin terasa lantaran para juri sebelumnya telah menyimak presentasi dari tim-tim unggulan lain yang beberapa di antaranya beranggotakan mahasiswa jenjang pascasarjana.
Meski sempat merasa terintimidasi, tim PAPEGO berhasil tampil maksimal dan percaya diri dalam menyampaikan ide produk inovatif mereka serta menjawab banyak pertanyaan dari dewan juri secara komprehensif.
Inovasi produk PAPEGO yang diprakarsai oleh tim mahasiswa IPB University ini juga sejalan dengan komitmen global dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan memanfaatkan bahan baku lokal untuk menciptakan produk pangan bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan, inovasi ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Bagi tim IPB University, melangkah hingga babak final DSDC 2026 dan membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing ditingkat global merupakan sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya kerja sama tim, komunikasi yang efektif, serta keberanian untuk bermimpi besar di panggung internasional.




