Bogor – Direktorat Kemahasiswaan IPB University melalui Subdirektorat Pengembangan Reputasi dan Prestasi Mahasiswa (PRPM) menyelenggarakan Forum Kepala Desa Mitra Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 pada Kamis (23/7) di Ruang Sidang Senat Akademik Lantai 6, Gedung Rektorat IPB University. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB ini dihadiri oleh pimpinan IPB University, dosen pendamping, kepala desa mitra, serta tujuh perwakilan tim PPK Ormawa Tahun 2026.
Forum Kepala Desa Mitra diselenggarakan sebagai wadah koordinasi dan penyamaan persepsi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam mendukung pelaksanaan PPK Ormawa. Melalui forum ini, seluruh pihak menyelaraskan arah pelaksanaan program agar sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan prioritas pembangunan di masing-masing desa, sekaligus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Pada kegiatan ini, setiap tim PPK Ormawa mempresentasikan perkembangan program yang tengah dilaksanakan di desa mitra serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Forum juga menjadi ruang diskusi bagi pemerintah desa untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan, tantangan, dan peluang pengembangan di wilayah masing-masing.
Beragam isu strategis mengemuka dalam diskusi, mulai dari penguatan mitigasi bencana, peningkatan kapasitas petani dan peternak, penguatan pemasaran produk unggulan desa, ketahanan pangan, pengelolaan sampah berbasis maggot, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung masyarakat pesisir. Berbagai masukan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang dapat diwujudkan bersama antara desa, mahasiswa, dan perguruan tinggi.
Salah satu desa mitra menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan desa. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah desa sehingga diperlukan pendampingan dari akademisi untuk memastikan berbagai program dapat terus berkembang.
“Kami berharap program PPK Ormawa tidak berhenti setelah masa pendanaan selesai. Desa masih membutuhkan pendampingan dari perguruan tinggi, baik dalam penguatan kapasitas masyarakat maupun pengembangan program yang dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Sekretaris Desa Malasari.
Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga menghasilkan draft Resolusi Forum Kepala Desa Mitra PPK Ormawa 2026 sebagai salah satu luaran utama. Draft resolusi tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, potensi, tantangan, serta prioritas pengembangan di masing-masing desa. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan program PPK Ormawa sekaligus dasar penyusunan strategi keberlanjutan program bersama pemerintah desa, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah terkait sehingga manfaat program dapat terus dirasakan setelah masa pendanaan berakhir.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi mahasiswa. Selain itu, forum ini juga sejalan dengan Poin 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui penyusunan draft resolusi sebagai acuan dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa yang berkelanjutan.
Melalui Forum Kepala Desa Mitra PPK Ormawa 2026, IPB University berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin memperkuat pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di desa mitra. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dosen pendamping, dan universitas diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.anaan PPK Ormawa Tahun 2026






