Bogor – Mahasiswa IPB University angkatan 62 kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Andromeda Zach Bintang Timur, Richardo Nugroho Liemanto, dan Tsani Rahma Ardani berhasil meraih Juara 2 pada ajang Lomba Esai Nasional dan Terampil Mengajar Nusantara (LENTERA) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kompetisi yang mengangkat tema “Transformasi Pendidikan dalam Mewujudkan Generasi Emas di Era Society 5.0” ini mencapai puncaknya pada Kamis (4/6) di Gedung Abdullah Sigit Hall Lantai 3, Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, Yogyakarta. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa baru IPB University mampu bersaing dan menghadirkan gagasan inovatif bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Perjalanan menuju prestasi ini dimulai sejak April 2026. Dengan semangat untuk mengukir prestasi sejak awal masa perkuliahan, ketiga mahasiswa tersebut berkomitmen menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Target untuk menjadi salah satu peserta terbaik menjadi motivasi utama tim selama mengikuti rangkaian kompetisi.
Dalam proses penyusunan gagasan, tim melakukan riset secara mendalam melalui berbagai sumber, mulai dari kajian berita, telaah jurnal ilmiah, hingga diskusi dengan praktisi pendidikan. Dari hasil kajian tersebut, mereka menemukan bahwa guru sebagai aktor utama dalam sistem pendidikan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan belum diberdayakan secara optimal dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim IPB University mengembangkan inovasi bertajuk “TemanGuru: Inovasi Strategi Pendidikan Berbasis AI sebagai Asisten Strategis Pengajar melalui Metode Formative Education dalam Mewujudkan Precision Education Menuju Generasi Emas Society 5.0.” Inovasi ini dirancang sebagai platform berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran secara lebih personal, adaptif, dan efektif.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk proposal ilmiah dan prototype aplikasi yang dikembangkan dalam waktu kurang lebih dua minggu. Proses penyusunannya turut diperkuat melalui diskusi intensif bersama para senior IPB University yang berpengalaman dalam kompetisi esai tingkat nasional.
Prestasi yang diraih oleh delegasi muda IPB University ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa baru memiliki potensi besar dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan pendidikan Indonesia menuju terwujudnya Generasi Emas 2045.


