BOGOR, 6 Juni 2026 – Bertempat di Rumah Prestasi, Subdit PRPM Ditmawa IPB University, Program Prestasi kembali menyelenggarakan Prestasi Development Class (PDC) edisi keempat pada Sabtu, 6 Juni 2026. Mengusung semangat pengembangan diri yang holistik, kegiatan ini menghadirkan dua pembicara inspiratif yang merupakan mahasiswa berprestasi terbaik IPB University: Zakiyah Salsabila Syafhil dan Raden Pradjasoejatma. PDC #4 menjadi ruang eksklusif bagi 7 mahasiswa semester awal IPB untuk belajar langsung dari sosok-sosok yang telah membuktikan bahwa prestasi bukan sekadar soal nilai, melainkan tentang perjalanan, keberanian, dan konsistensi dalam bertumbuh.
Sesi pagi PDC #4 berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dengan tema “Designing Your Future: Building an Outstanding Career as a Student.” Sesi ini dipandu oleh Zakiyah Salsabila Syafhil, peraih gelar Outstanding Student Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University tahun 2016 sekaligus Clinton Global Initiative University (CGI U) Fellow, sebuah penghargaan internasional bergengsi yang hanya diberikan kepada mahasiswa dengan komitmen luar biasa terhadap dampak sosial global.
Dalam sesinya, Zakiyah membuka diskusi dengan mengajak peserta merenungkan satu pertanyaan mendasar: seperti apa mahasiswa yang ingin mereka jadikan cermin saat wisuda kelak? Ia menjelaskan bahwa pencapaian luar biasa jarang terwujud dalam semalam, melainkan lahir dari kesadaran diri, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk mengeksplorasi peluang sejak dini.
Salah satu bagian yang paling berkesan adalah ketika Zakiyah membedah CV-nya sendiri secara terbuka, menjelaskan bagaimana setiap pengalaman, mulai dari kompetisi, kepemimpinan organisasi, hingga keterlibatan dalam forum internasional, menyumbang nilai nyata dalam membangun kredibilitas profesional. Ia menegaskan bahwa rekruter dan pemberi peluang tidak hanya mencari daftar pencapaian, tetapi juga mencari narasi yang kohesif, bukti inisiatif, dan jejak pertumbuhan yang konsisten.
Zakiyah juga mendorong peserta untuk tidak menunggu momen “sempurna” sebelum mencoba. Melalui pengalamannya di bidang manajemen rantai pasok, forum internasional, dan berbagai kompetisi, ia memperlihatkan bagaimana kejelasan arah sejak awal kuliah membantu mahasiswa membuat keputusan akademik dan non-akademik yang lebih strategis. Sesi ditutup dengan refleksi terbimbing, di mana peserta diajak mengevaluasi apakah aktivitas mereka saat ini sudah sejalan dengan versi diri yang ingin mereka wujudkan di masa depan.
Memasuki sesi siang yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, giliran Raden Pradjasoejatma, peraih predikat 2nd Most Outstanding Student of IPB University 2025, yang mengisi panggung. Bertema “From Local to Global: The Journey Behind Outstanding Students” sesi ini menjadi ruang yang jujur dan membumi untuk memahami proses panjang dibalik sebuah prestasi bergengsi.
Raden membuka sesinya dengan mengajak peserta memahami bahwa menjadi mahasiswa berprestasi bukan tentang menjadi yang terpintar, melainkan tentang kesadaran diri, keterlibatan aktif, dan keberanian untuk terus melangkah keluar dari zona nyaman. Ia berbagi pengalaman nyata menjalani proses seleksi Mahasiswa Berprestasi IPB, termasuk aspek-aspek yang dinilai: pencapaian akademik, kontribusi sosial, kepemimpinan, komunikasi, hingga karya ilmiah.
Yang membedakan sesi Raden adalah kejujurannya dalam membahas sisi-sisi yang jarang disorot, seperti keraguan diri, kelelahan, dan momen-momen ketika motivasi terasa memudar. Ia menggambarkan bagaimana kompetisi, proyek kolaboratif, kegiatan mentoring, konferensi, dan presentasi paper bukan sekadar daftar prestasi, melainkan bagian dari perjalanan personal yang saling menguatkan.
Sesi ini juga membahas bagaimana pengalaman lokal bisa menjadi jembatan menuju peluang global. Melalui keterlibatannya dalam Y20 Indonesia Youth Diplomacy, program WWF, program Kyoto University, inisiatif ASEAN, dan berbagai seminar internasional, Raden menunjukkan bahwa eksposur internasional sering kali bermula dari langkah sederhana: aktif berkontribusi di lingkup terdekat dan berani mendaftarkan diri bahkan sebelum merasa siap sepenuhnya.
Sesi refleksi penutup mengajak peserta memetakan perjalanan pertumbuhan mereka sendiri, mengidentifikasi pengalaman yang sudah dimiliki, dan menentukan langkah konkret berikutnya. Raden menutup sesinya dengan pesan kuat bahwa peluang global seringkali dimulai dari tindakan lokal yang dilakukan dengan tujuan dan komitmen.
PDC #4 dirancang sebagai kegiatan eksklusif dan intensif, hanya diikuti oleh 7 mahasiswa terpilih dari berbagai jurusan di IPB University, khususnya mahasiswa tahun pertama dan kedua. Format kelas kecil ini disengaja untuk menciptakan diskusi yang mendalam, personal, dan bermakna, bukan sekadar ceramah satu arah. Seluruh sesi dilaksanakan secara bilingual dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, mencerminkan komitmen Program Prestasi dalam menyiapkan mahasiswa untuk bersaing di panggung nasional maupun internasional.
Acara berlangsung dari pagi hingga sore hari dengan suasana yang hangat dan terbuka. Fasilitas yang disediakan oleh panitia meliputi layar TV untuk mendukung presentasi, whiteboard interaktif, serta berbagai alat tulis pendukung sesi diskusi. Kedua pembicara hadir dengan semangat berbagi yang tulus, menjadikan PDC #4 bukan sekadar pelatihan, tetapi juga sumber inspirasi nyata bagi para peserta.
Penyelenggaraan PDC #4 ini juga mempertegas komitmen IPB University dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui format kelas kecil yang intensif dan inklusif, program ini tidak hanya menyediakan akses pendidikan non-formal yang bermutu tinggi bagi mahasiswa semester awal, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21 (global leadership, komunikasi bilingual, dan pemikiran strategis). Prestasi Development Class #4 diharapkan dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa IPB untuk lebih intentional dalam merancang perjalanan kuliah mereka, memilih kegiatan dengan tujuan, membangun pengalaman yang bermakna, dan meyakini bahwa setiap langkah kecil hari ini adalah fondasi bagi pencapaian besar di masa depan.




